Tuesday, June 22, 2021

Ruang Lingkup Mikro dan Makro Ekonomi

 Ruang Lingkup Mikro dan Makro Ekonomi 

Mengapa kita perlu belajar ekonomi? Hal tersebut sudah pernah dibahas didalam mikro ekonomi. Timbulnya ekonomi adalah karena adanya “pilihan-pilihan dalam memproduksi dan“ menggunakan barang atau jasa dimana terjadi kelangkaan sehingga bernilai ekonomis. 

Jadi bisa dikatakan ekonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari terkait dengan pilihan-pilihan dalam mengoptimalkan kemampuannya dalam mengalokasikan sumberdaya yang dimiliki untuk mencapai kepuasan maksimum. 

Sedangkan “ekonomi makro adalah ilmu ekonomi yang mempelajari kegiatan ekonomi secara menyeluruh. Yang“ dibicarakan bukan lagi bagian-bagian dalam suatu perekonomian atau hanya perusahaan saja, namun sudah membicarakan kegiatan ekonomi menyeluruh dalam perekonomian. 

Mikro ekonomi sendiri merupakan cabang ilmu yang mempelajari perilaku dari unitunit ekonomi kecil yang bersifat perorangan seperti perilaku dari rumah tangga, perilaku perusahaan dan perilaku dari sektor indutri yang ada. Meskipun ekonomi mikro dan ekonomi makro memiliki hubungan yang erat dan berkaitan serta berjalan sejalan, namun kedua bagian ini umumnya diajarkan terpisah. 

Ilmu ekonomi sendiri tidak bisa dipisahkan dari Adam Smith, semenjak ditulisnya sebuah “buku yang berjudul“ “ An Inquiry Into The Mature and Causes of The Wealth of Nations (The Wealth of Nations)” di tahun 1776. 

Kajian Adam Smith melihat adanya reaksi-reaksi terhadap kegagalan tradisi ekonomi dimana disana dijelaskan timbulnya suatu resesi, pengangguran, kemiskinan, dan masalah kegagalan proses pembangunan ekonomi. Dalam kajian tersebut kedudukan negara atau pemerintah sebagai regulator perekonomian sangat menonjol, dan saat ini kebijakan yang dibuat disuatu negara dilakukann didominari oleh kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh suatu negara. Semua kajian tersebut bersumber dari Keynes.Tapi menurut Karya dan Syamsuddin (2016) hal tersebut terjadi salah penafsiran. Seharusnya negara/pemerintah hanyalah salah satu aktor ekonomi yang memeang cukup penting kedudukannya dalam menghasilkan regulasi untuk mengatasi masalah-masalah dan beban sosial akibat perubahan ekonomi yang terjadi.

mengalami tingkat pengangguran dan inflasi yang tinggi, bahkan negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand, dan Indonesia, saat itu sudah mengalami krisis moneter dan krisis ekonomi. Namun masalah tersebut bukan masalah baru, beberapa tahun sebelumnya sudah pernah juga terjadi, seperti di tahun 1930-an dunia mengalami tingkat pengangguran yang tinggi dan sangat berdampak luas kepada negara. Lalu tahun 1940an inflasi mulai berkembang dan menggantikan posisi tekanan pengangguran dan deflasi.  

Akhir tahun 1950-an dan awal tahun 1960-an serta menjelang akhir abad ke -20 yaitu tahun 1980-an perekonomian mengalami lagi tingkat pengangguran yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang lamban, defisit neraca pembayaran internasional dan disertai inflasi yang tinggi.  

Berdasarkan permasalahan tersebut, bisa dilihat secara luang lingkup makro dan mikro ekonomi memiliki beberapa perbedaan. Perbedaan yang ada pada mikro ekonomi adalah mikroekonomi lebih menitikberatkan pada analisis dalam mewujudkan efisiensi ketika menggunakan sumber dayanya dan bagaimana caranya agar rumah tangga atau perusahaan atau sektor industri mampu mencapai kepuasan yang optimal. Berdasarkan hal tersebut unit-unit pelaku ekonomi tadi menganalisis masalah yang ada dengan membuat berbagai pilihan-pilihan. 

  Selanjutnya perbedaan yang dapat kita lihat pada makroekonomi adalah makroekonomi lebih menganalisis tentang pertama, bagaimana peranan dari sisi permintaan dan penawaran yang dapat mempengaruhi tingkat kegiatan suatu perekonomian. Keuda, makroekonomi menganalisis permasalahan-permasalahan yang sering terjadi di setiap perekomian. Yang terakhir, makroekonomi akan melihat bagaimana peranan dan campur tangan pemerintah dalam mengatasi permasalahan ekonomi yang terjadi tersebut. 

No comments:

Post a Comment